Teori Dobereiner, Kelebihan Dan Kekurangan Dalam Ilmu Kimia Lengkap

Teori dobereiner merupakan teori yang berkaitan dengan sistem tabel periodik yang ditemukan pada tahun 1817. Anda penasaran? Pelajari lebih lanjut tentang teori dobereiner, teori Dobereiner merupakan salah satu teori penyusun tabel periodik unsur yang ditemukan oleh Wolfgang Dobereiner pada tahun 1817. Berbicara dalam sejarah tabel periodik unsur tersebut, teori ini berperan sebagai teori yang pertama kali mengelompokkan unsur-unsur kimia berdasarkan sifat fisik tertentunya. Wolfgang Dobereiner mengelompokkan unsur-unsur tersebut ke dalam tiga kelompok sesuai dengan persamaan sifat kimianya. Kemudian, unsur-unsur yang memiliki banyak persamaan sifat fisiknya akan dikelompokkan atau digabung dalam kelompok yang sama. ulasan berikut ini akan membahas teori dobereiner yang lebih mendalam.

Teori Dobereiner

Sekilas Info Mengenai Wolfgang Dobereiner

Wolfgang Dobereiner bukanlah berasal dari keluarga kerajaan atau kaya. Akan tetapi, ia merupakan anak dari seorang kusir kuda. Keterbatasan kondisi keluarga ini tidak membuat ia putus asa dalam hal akademik atau pendidikan. Beliau sempat melakukan magang kerja di sebuah apotek, meskipun peluang untuk pendidikan formal sangatlah kecil. Selain itu, beliau juga sering mengikuti seminar dan kuliah tentang keilmuan. Hal-hal tersebut yang membuat akhirnya dobereiner mengguluti cabang ilmu kimia. Sampai pada akhirnya pada tahun 1810, beliau menjadi seorang professor di Universitas Jena dan beberapa tahun kemudian dia belajar kimia secara mendalam di Starssbourg dan akhirnya menemukan teori dobereiner.

Teori Triade Dobereiner oleh Wolfgang Dobereiner

adversitemens

Wolfgang Dobereiner merupakan orang yang pertama kali menemukan antara hubungan sifat unsur dengan nomor massanya. Unsur-unsur yang memiliki persamaan tersebut dikelompokkan ke dalam tiga kelompok unsur, sehingga dinamakan triade. Menurut teori Dobereiner ini, unsur kedua memiliki sifat-sifat yang terdapat diantara unsur pertama dan ketiga dan mempunyai massa atom yang sama dengan massa atom rata-rata pada unsur pertama dengan unsur ketiga.  

Adapun contoh triade dari teori ini adalah pada golongan logam alkali. Awalnya, dobereiner memisahkan unsur lithium (Li), natrium (Na), dan kalium (K) ke dalam satu kelompok. Alasannya adalah karena ketiga unsur tersebut memiliki persamaan sifat, seperti sama-sama berupa unsur logam, bervalensi +1, dan juga bersifat reaktif. Unsur natrium (Na) adalah masa atom rata-rata antara unsur lithium dan kalium karena menurut teori ini natrium merupakan unsur kedua. Contoh perhitungan dari teori ini adalah sebagai berikut :

unsur lithium dan kalium

Contoh hukum triade dobereiner yang lain ini adalah pada golongan unsur alkali tanah. Unsur-unsur tersebut adalah berlium (Be), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca). Ketiga unsur ini dijadikan ke dalam satu kelompok karena memiliki persamaan sifat dan digolongkan ke dalam unsur alkali tanah. Perhitungan ketiga unsur ini dan tabel teori dibereiner pada unsur-unsur yang lain sebagai berikut :

massa atom

klorin brom iodin

adversitemens

Kelebihan dan Kekurangan Teori Dobereiner

Kelebihan teori dobereiner

Kelebihan dari teori ini terletak pada ke konsistenan setiap unsur yang terletak kedua dan pada unsur-unsur yang memiliki persamaan sifat akan menjadi masa atom rata-rata dari unsur pertama dan unsur ketiga.

Kelemahan teori dobreiner

Walaupun sudah ditemukan dari lama, teori ini juga masih memiliki kekurangan. Adapun kelemahan dari teori adalah pengelompokkan unsur yang memiliki persamaan sifat ini tidak efisien karena terdapat beberapa unsur lain yang tidak termasuk ke dalam kelompok triade tersebut padahal memiliki persamaan sifat seperti unsur-unsur pada kelompok triade tersebut. Selain itu, jika dilakukan pengukurang yang lebih akurat, unsur kedua pada ketiga unsur tidak sepenuhnya rata-rata nomor masa antara unsur pertama dan ketiga.

Alasan gugurnya teori dobereiner

Teori dobereiner ini termasuk ke dalam teori yang pertama kali menemukan pengelompokkan unsur-unsur yang memiliki persamaan sifat. Namun, seiring semakin majunya ilmu pengetahuan yang terus dikembangkan, teori dobereiner ini akhirnya gugur karena penemuan yang terus dikembangkan dan menilai teori ini memiliki banyak kelemahan. Alasan gugurnya teori dobereiner ini adalah sebagai berikut :

  • Unsur-unsur yang ditemukan setelah teori ini muncul tidak semuanya dapat ddi kelompokkan dalam kelompok triade sesuai dengan teori dobereiner.
  • Unsur yang memiliki nomor masa kecil atau sangat besar tidak bisa menerapkan perhitungan massa menurut teori ini. Contohnya seperti pada unsru halogen F, Cl, dan Br, dimana :

Massa F = 18, 998

Massa Br = 79,9

Apabila hal ini menggunakan prinsip teori dobereiner, maka massa atom Cl akan didapatkan sebesar 49,5. Namun dalam kenyataannya nomor masa atom Cl adalah sebesar 35. Angka 49, 5 dan 35 memiliki angka yang lumayan jauh berbeda. Oleh karena itu, pengukuran ini dinilai tidak akurat.

  • Berdasarkan contoh pada nomor 2 tersebut, maka dapat dinyatakan pengukuran nomor massa tidak tersebut tidak valid karena tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenerannya.

Demikian ulasan diatas mengenai teori dobereiner yang pertama kali mengelompokkan unsur-unsur yang memiliki persamaan sifat ke dalam suatu kelompok atau triade. Semoga ulasan diatas dapat menjawab pertanyaan anda dan bermanfaat bagi anda.

Teori Dobereiner, Kelebihan Dan Kekurangan Dalam Ilmu Kimia Lengkap | grobakz | 4.5