Titrasi Asam Basa, Pengertian Lengkap Dengan Contohnya

Titrasi Asam Basa | Titrasi merupakan kegiatan menentukan kadar larutan dengan mereaksikan larutan yang telah diketahui kadar larutannya. Kali ini akan dibahas tentang titrasi asam basa. Titrasi adalah sebuah proses yang dapat dilakukan untuk menentukan molaritas terhadap dari suatu asam dan basa. Larutan yang direaksikan melalui titrasi ini merupakan larutan yang sudah diketahui kadar larutannya dengan larutan yang ingin diketahui kadar larutannya. Titrasi ini dibedakan menurut jenis reaksi yang sedang berlangsung di dalamnya. Terdapat beberapa titrasi, seperti titrasi redox yang terjadi pada reaksi yang berlangsung reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri, dan titrasi asam basa. Namun, dalam bahasan ini akan dibahas tentang titrasi asam basa.

Titrasi Asam Basa

Prinsip Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa adalah proses penentuan kadar konsentrasi pada larutan asam dan larutan basa. Larutan asam disini merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan pH dibawah 7 dan biasanya asam ini sering diwakilkan dengan rumus umum kimia Ha. Sedangkan, basa merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan ke dalam air akan menghasilkan pH diatas 7. Titrasi asam basa ini menggunakan larutan asam dan basa sebagai titrant dan berdasarkan reaksi penetralan. Titrant tersebut lalu ditambahkan sedikit demi sedikit sampai akhirnya mencapai titik ekuivalen atau secara teori antara stokoimetri titrant dan titer berakhir reaksi secara tepat.

Menurut teori asam basa ini, jenis-jenis titrasi asam dan basa terbagi menjadi lima jenis, yaitu asam kuat dengan basa kuat, asam kuat dan basa lemah, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan garam dari asam lemah, dan basa kuat dengan garam dari basa lemah. Jenis titrasi asam basa ini masing-masing memiliki rumus kimia dan ciri-ciri yang berbeda. Adapun rumus umum dari titrasi asam basa adalah sebagai berikut :

adversitemens

Mol ekuivalen asam = mol ekuivalen basa

Dimana hal tersebut pada saat titik ekuivalen mol asam akan sama dengan mol basa. Ketika mol ekuivalen sudah didapatdari perkalian normalitas dan volume maka rumus diatas dapat diuraikan menjadi :

N.V asam = N.V basa

Keterangan :

N = Moralitas

V = Volume

adversitemens

M = Molaritas

N = Jumlah ion H+ pada asam dan OH- pada basa

Titik Ekuivalen pada Titrasi Asam dan Basa

Ketika larutan sudah diketahui kadar konsenterasinya direaksikan dengan larutan yang kadar konsenterasinya belum diketahui, akan mendapatkan titik ekuivalen dimana dicapai antara jumlah asam dan basa. Apabila, pH larutan tersebut = 7, maka titik ekuivalen tersebut didapaatkan dari asam kuat dan basa kuat, sedangkan titik ekuivalen dari asam lemah dan basa lemah diperoleh pH kurang dari 7. Terdapat dua metode atau cara memprediksi titik ekuivalen pada titrasi asam dan basa, yaitu :

Dengan menggunakan pH meter

pH meter disini berfungsi untuk mengontrol perubahan pH selama titrasi reaksi berlangsung. Selanjutnya, dilakukan pembuatan plot antara pH dengan volume untuk memperoleh grafik titrasi dan titik ditengah dinamakan dengan titik ekuivalen. Untuk lebih jelasnya, anda dapat memperhatikan gambar di bawah ini :

menghitung ph

Dengan menggunakan indikator asam basa

Indikator ini digunakan pada titrant sebelum memulai proses titrasi. Indikator yang digunakan akan berubah warna apabila titik ekuivalen sudah terjadi dan kegiatan reaksi titrasi segera diberhentikan. Pengertian indikator disini merupakan suatu zat wrna yang dpaat larut dan menghasilan perubahan warna pada saat titrasi berlangsung dan rentang angka pH yang sempit. Indikator yang digunakan untuk mengukur titik ekuivalen tidak perlu ditambahkan terlalu banyak, hanya sekitar 2 sampai tingga tetes.

indikator asam basa

Seputar Perubahan pH pada Jenis Titrasi Asam Basa

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, titrasi asam basa ini memiliki jenis larutan yang berbeda. Perubahan kurba titrasi yang dihasilkan dari reaksi kedua larutan yang berbeda, akan menunjukkan perubahan pH selama titrasi berlangsung. Bentuk perubahan kurva titrasi ini mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda tergantung dari kadar konsenterasi jenis asam dan basa yang direaksikan. Berikut ini merupakan contoh dari titrasi asam basa yang berasal dari jenis asam kuat dan basa kuat :

contoh dari titrasi asam basa

Berdasarkan kurva titrasi diatas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pada awalnya, pH larutan titrasi tersebut perlahan naik hingga mencapai titik tertentu.
  2. Perubahan pH larutan ini naik secara siginifikan pada saat terjadinya titik ekuivalen.
  3. Berdasarkan reaksi antara asam kuat dengan basa kuat didapatkan pH pada titik ekuivalen = 7
  4. Indikator yang dapat digunakan untuk reaksi pada titrasi asam kuat dengan basa kuat yaitu bromtimol biru, metil merah, dan juga fenolftalein. Jenis fenoftalein sering digunakan karena lebih mudah diamati.

Demikian ulasan diatas mengenai titrasi asam basa. Perlu diingat bahwa kesimpulannya adalah titrasi asam dan basa ini bertujuan untuk menetralkan larutan hasil antara larutan yang sudah diketahui konsenterasinya dan yang belum. . Semoga ulasan diatas dapat menambah pengetahuan anda mengenai materi tersebut.

Titrasi Asam Basa, Pengertian Lengkap Dengan Contohnya | grobakz | 4.5